SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melanjutkan proses penggodokan Visi dan Kurikulum Mayor Prodi Kesmas UMS melalui forum bersama berbagai unit internal UMS pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di UMS Library. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari rangkaian peninjauan visi dan kurikulum yang sebelumnya telah melibatkan dosen, laboran, stakeholder, serta Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDI).
Pada kesempatan ini, Prodi Kesmas UMS menggali rekomendasi strategis dari sejumlah unit internal UMS yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan pendidikan, pembelajaran, riset, kemitraan, layanan bahasa, internasionalisasi, serta penguatan nilai-nilai kemuhammadiyahan. Unit yang terlibat antara lain Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Kemitraan (LPPIK) UMS, Direktorat Riset, Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (DRPPPS) UMS, Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) UMS, serta Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS yang memiliki pengalaman mengampu bidang Informatika Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Nurgiyatna yang juga merupakan Direktur DRKUI UMS menyampaikan sejumlah strategi yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan visi dan kurikulum Prodi Kesmas UMS yang berorientasi global.
Ia menekankan pentingnya penguatan enam pilar strategis, yang mencakup internationalization at home, student mobility, peningkatan kapasitas dosen, riset, publikasi, serta aspek strategis lainnya yang mendukung penguatan daya saing dan reputasi akademik program studi di tingkat internasional.
Selain pilar strategis tersebut, Nurgiyatna juga menyoroti pentingnya pengembangan berbagai program pendukung sebagai upaya mempercepat proses internasionalisasi. Beberapa program yang dapat dikembangkan antara lain international class, double/joint degree, international alumni network, serta digital internationalization.
Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas mobilitas mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga bagaimana lingkungan akademik di dalam kampus mampu memberikan pengalaman global kepada mahasiswa. Hal tersebut dapat dilakukan melalui penguatan jejaring internasional, peningkatan kapasitas sivitas akademika, pengembangan pembelajaran berstandar global, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas konektivitas akademik.
Selanjutnya, Ketua LPPIK UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., memberikan sejumlah masukan terkait penguatan profil lulusan Prodi Kesmas UMS. Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah pentingnya mempertimbangkan aspek filantropi atau filantropis dalam profil lulusan Prodi Kesmas UMS.
Menurutnya, penguatan nilai filantropi relevan dengan identitas UMS sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki sejarah panjang dalam gerakan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Nilai tersebut dinilai dapat menjadi karakter yang melekat pada lulusan Kesmas, sehingga selain memiliki kompetensi profesional di bidang kesehatan masyarakat, lulusan juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Mahasri juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai etika dan moral yang berpotensi terjadi di lingkungan masyarakat maupun dunia profesional. Menurutnya, Prodi Kesmas perlu turut berperan dalam membekali mahasiswa dengan nilai integritas, etika, dan tanggung jawab agar mampu mengenali, mencegah, serta turut mengantisipasi berbagai persoalan tersebut.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan profil lulusan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, lulusan Prodi Kesmas UMS diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, dari unsur Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) UMS, masukan disampaikan langsung oleh Ketua LPMB, Dr. Aryati Prasetyarini, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa penguatan kompetensi bahasa Inggris menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung visi program studi yang berorientasi global dan memperkuat agenda internasionalisasi.
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui berbagai program dan layanan yang telah disediakan oleh LPMB UMS. Salah satunya melalui English Tutorial Program (ETP) yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris.
Selain ETP, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi berbahasa Inggris, seperti debate, speech, dan storytelling. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin global.
LPMB UMS juga menyediakan akses terhadap berbagai layanan pengukuran kompetensi Bahasa Inggris, seperti TOEP Reguler dan TOEP Remidi, serta layanan tes online berbayar. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya peningkatan dan pemantauan kemampuan Bahasa Inggris selama menempuh pendidikan di UMS.
Tidak hanya bagi mahasiswa, LPMB UMS juga menyediakan layanan bahasa terintegrasi yang mendukung proses internasionalisasi di lingkungan universitas. Layanan tersebut meliputi pelatihan Bahasa Inggris bagi dosen dan tenaga kependidikan, proofreading, penerjemahan, hingga kursus Bahasa Inggris.
Berbagai rekomendasi yang disampaikan dalam forum tersebut menjadi bahan penting bagi Prodi Kesmas UMS dalam menyempurnakan rumusan visi, profil lulusan, dan pengembangan kurikulum mayor. Masukan dari unit-unit internal UMS diharapkan mampu memastikan arah pengembangan Prodi Kesmas tidak hanya relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat dan dunia kerja, tetapi juga selaras dengan arah strategis universitas dalam bidang internasionalisasi, riset, publikasi, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, serta penguatan nilai-nilai kemuhammadiyahan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi Kesmas UMS untuk membangun kurikulum yang adaptif, kolaboratif, berkarakter, dan berorientasi masa depan. Hasil dari rangkaian penggodokan visi dan kurikulum tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Kurikulum Prodi Kesmas UMS Tahun Akademik 2027/2028.
Melalui proses yang melibatkan berbagai unsur internal dan eksternal, Prodi Kesmas UMS diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang kesehatan masyarakat, memiliki wawasan global, unggul dalam komunikasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, menjunjung tinggi integritas dan nilai kemuhammadiyahan, memiliki kepedulian sosial dan semangat filantropi, serta mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan kesehatan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
