You are currently viewing Dosen Kesmas UMS Kembangkan Inovasi Web GIS untuk Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis di Sukoharjo

Dosen Kesmas UMS Kembangkan Inovasi Web GIS untuk Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis di Sukoharjo

SURAKARTA – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) memerlukan pendekatan yang tidak hanya berbasis layanan kesehatan, tetapi juga didukung oleh pemanfaatan teknologi yang mampu menghasilkan data akurat untuk pengambilan keputusan. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Noor Alis Setiyadi, S.KM., M.K.M., Ph.D., mengembangkan inovasi berbasis Web Geographic Information System (Web GIS) sebagai langkah strategis dalam mendukung pengendalian TB di Kabupaten Sukoharjo.

Inovasi Web GIS tersebut memungkinkan pemetaan kasus TB secara lebih sistematis sehingga dapat membantu proses pelacakan, analisis, dan penentuan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, data kesehatan dapat diolah menjadi informasi yang mendukung penyusunan kebijakan dan tindakan di lapangan.

Pengembangan Web GIS ini menjadi wujud transformasi data menjadi aksi nyata dalam upaya penanggulangan TB. Kehadiran sistem pemetaan digital tersebut diharapkan dapat membantu berbagai pihak dalam memahami persebaran kasus, mengidentifikasi wilayah prioritas, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.

Inovasi ini juga sejalan dengan semangat tema “SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB”, yang menekankan bahwa target eliminasi TB pada tahun 2030 tidak dapat dicapai oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga tingkat desa dan kelurahan.

Melalui pengembangan teknologi berbasis kesehatan masyarakat, Kesmas UMS terus berkomitmen menghadirkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan sinergi berbagai pihak dan dukungan teknologi yang tepat guna, upaya mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.