SALATIGA – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) peminatan Kesehatan Lingkungan melaksanakan praktik lapangan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabKesmas) Salatiga pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang entomologi kesehatan dan pengendalian vektor melalui pengalaman belajar secara langsung di laboratorium.
Praktik lapangan diawali dengan pengenalan fasilitas laboratorium serta pemaparan mengenai peran BBLabKesmas dalam mendukung surveilans penyakit, identifikasi vektor, dan pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat. Mahasiswa kemudian mengikuti serangkaian kegiatan praktikum yang dipandu oleh tenaga ahli di bidang kesehatan lingkungan dan kedokteran hewan.
Salah satu kegiatan utama adalah identifikasi spesies nyamuk yang berperan sebagai vektor berbagai penyakit menular. Mahasiswa mempelajari karakteristik morfologi berbagai jenis nyamuk, teknik identifikasi menggunakan mikroskop, serta kaitannya dengan penyakit berbasis vektor seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis.
Selain identifikasi, mahasiswa juga mengikuti praktik pembedahan (diseksi) nyamuk untuk mengamati struktur anatomi dan organ tubuh serangga tersebut. Kegiatan ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai aspek biologis vektor yang menjadi dasar dalam upaya pengendalian penyakit.
Praktikum dilanjutkan dengan diseksi tikus sebagai salah satu reservoir berbagai penyakit zoonosis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempelajari anatomi dasar hewan, teknik pembedahan yang benar, serta proses pengambilan spesimen untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium dan surveilans penyakit.
Seluruh rangkaian praktik didampingi oleh beberapa dokter hewan yang memiliki keahlian di bidang pembedahan dan patologi hewan. Para instruktur memberikan pendampingan secara langsung mengenai prosedur diseksi yang aman, teknik penggunaan alat bedah, serta penerapan prinsip biosafety dan biosecurity selama kegiatan laboratorium berlangsung.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa praktik lapangan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik profesional di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai surveilans vektor, identifikasi reservoir penyakit, serta peran laboratorium kesehatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan BBLabKesmas Salatiga, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi teknis, keterampilan laboratorium, serta wawasan profesional yang akan menjadi bekal penting sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
