SURAKARTA – Tingginya angka kasus stroke menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Melalui kajian ilmiah yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), turut menyoroti pentingnya upaya pencegahan, rehabilitasi, serta edukasi masyarakat terkait penanganan stroke secara komprehensif.
Guru Besar UMS bidang kepakaran Fisioterapi Neuromuscular, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SSTFT., M.Kes., menegaskan bahwa stroke masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Stroke diketahui menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung iskemik serta penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
Menurutnya, sebagian besar kasus stroke merupakan stroke iskemik yang terjadi akibat gangguan suplai darah ke otak. Kondisi ini menyebabkan sel saraf kekurangan oksigen dan glukosa sehingga dapat memicu kerusakan jaringan otak dalam waktu singkat.
Dalam upaya pemulihan pasien stroke, Prof. Umi mendorong penerapan konsep neurorestorasi, yaitu pendekatan rehabilitasi saraf melalui mekanisme regenerasi jaringan. Pendekatan ini dapat dilakukan melalui pembelajaran motorik yang terstruktur sehingga mampu membantu pasien memulihkan fungsi gerak secara bertahap.
“Pembelajaran motorik memicu terjadinya neuroplastisitas, yaitu kemampuan saraf untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru sehingga dapat memperbaiki fungsi motorik pasien,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa terapi motorik sebaiknya dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak 1–2 hari setelah serangan stroke, selama kondisi pasien memungkinkan. Intervensi dini dinilai mampu memperkuat perubahan biologis yang mendukung pemulihan fungsi saraf.
Sebagai bagian dari inovasi di bidang rehabilitasi neurologis, Prof. Umi bersama tim peneliti juga mengembangkan alat Personal Balance Feedback (PBF), yaitu perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi sekaligus melatih keseimbangan pasien pasca stroke. Alat ini dirancang portabel dan mampu memberikan umpan balik secara real-time terhadap kondisi keseimbangan tubuh pasien.
Bagi Program Studi Kesmas UMS, temuan dan inovasi tersebut menjadi pengingat penting bahwa penanganan stroke tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga memerlukan pendekatan promotif, preventif, serta rehabilitatif yang terintegrasi. Edukasi masyarakat mengenai faktor risiko, deteksi dini, hingga proses rehabilitasi menjadi bagian penting dalam upaya menekan dampak stroke di masyarakat.
Melalui kolaborasi riset dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta, diharapkan berbagai temuan ilmiah di bidang kesehatan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
