SURAKARTA – Program Srawung Sains menghadirkan inovasi berbasis sains dan teknologi untuk mendukung pencegahan Tuberkulosis (TBC) di Rusunawa 1 Panularan, Kota Surakarta. Program ini lahir sebagai respons terhadap tingginya kasus TBC serta kebiasaan merokok di kawasan hunian padat tersebut.
Program ini dipimpin oleh dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Linna Suswardany, S.K.M., M.P.H., bersama tim dosen lintas bidang dari UMS. Kegiatan ini juga didukung oleh Dian Islami, S.K.M., selaku Laboran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Prodi Kesmas UMS.
Melalui pendekatan kolaboratif, program ini melibatkan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Ilmu Kesehatan UMS, puskesmas setempat, pemerintah kelurahan, serta masyarakat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.
Sejumlah inovasi diterapkan dalam program ini, di antaranya pembangunan saung rokok terpisah untuk mengurangi paparan asap rokok di area hunian, pengembangan urban farming melalui kebun hidroponik dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi terbarukan bagi fasilitas umum.
Implementasi program tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan Rusunawa. Warga mulai lebih sadar untuk tidak merokok di lorong hunian, sementara ruang interaksi sosial yang lebih sehat, asri, dan nyaman turut meningkatkan kerukunan antarwarga.
Program Srawung Sains menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan solusi inovatif dalam upaya mewujudkan lingkungan hunian yang lebih sehat serta mendukung pengendalian TBC di masyarakat.
