Surakarta, 20 Juni 2025 – Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja profesional dan tangguh di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelaksanaan Ujian Praktikum Tanggap Darurat. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Praktikum Tanggap Darurat peminatan K3 yang digelar pada Jumat, 20 Juni 2025.
Berlangsung secara intensif dan kompetitif, ujian praktikum kali ini dirancang untuk menguji baik keterampilan teknis maupun penguasaan teori mahasiswa. Tidak hanya melakukan praktik lapangan terkait simulasi tanggap darurat, peserta ujian juga menghadapi rangkaian ujian berbasis teori seperti soal esai, pilihan ganda, serta tugas menggambar denah bangunan sesuai dengan prinsip-prinsip keselamatan kerja.
Kepala peminatan K3 menyampaikan bahwa ujian ini bertujuan mengasah kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga K3 yang profesional dan mampu merespons situasi darurat secara cepat dan tepat. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan peminatan K3 UMS tidak hanya mampu secara teori, tetapi juga siap menghadapi kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.
Melalui ujian komprehensif ini, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan integrasi pengetahuan, keterampilan teknis, dan kecermatan dalam menyusun strategi evakuasi serta memahami struktur bangunan yang aman. Hal ini selaras dengan kebutuhan industri yang semakin menuntut tenaga kerja K3 yang adaptif dan kompeten.
Praktikum Tanggap Darurat menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan Prodi Kesmas UMS untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan dan aplikatif.
