Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada hari Senin, 5 Juni 2023 pukul 09.00 – 10.40 WIB melaksanakan kuliah umum melalui platform Zoom Meeting. Kuliah umum tersebut mengambil tema 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Kegiatan kuliah umum tersebut dilaksanakan bersama narasumber Ibu Emi Nur Agustin, S.Si, M.Pd perwakilan dari Balai Keselamatan Kerja Disnakertrans Jawa Tengah. Dalam materi 5R tersebut, Ibu Emi Nur Agustin, S.Si, M.Pd memaparkan terkait definisi, prinsip, langkah serta sasaran dari 5R. Kuliah umum 5R dihadiri oleh mahasiswa K3 Prodi Kesehatan Masyarakat FIK UMS dan didampingi oleh Ibu Salsabila Purnamasari, SKM., MPH. selaku dosen pembimbing mata kuliah. Mahasiswa peminatan K3 cukup antusias dalam mengikuti kuliah umum tersebut, banyak pertanyaan di sampaikan dalam sesi diskusi, salah satu diantaranya adalah
Implementasi 5R pada karyawan dari tidak tahu menjadi tahu yang diperlukan sosialisasi untuk menjadi sebuah kebiasaan hingga budaya, bagaimana tips and trick agar pengetahuan tersebut dapat menjadi sebuah kebiasaan hingga budaya di tempat kerja?
Ibu Emi Nur Agustin, S.Si, M.Pd memberikan tips and trick antara lain
- Persiapan, bergantung dari komitmen pimpinan dilihat dari adanya mutu kebijakan yang dapat berupa visi dan misi.
- Adanya struktur organisasi, sehingga terdapat pean langsung dan tanggung jawab dari masing-masing personal yang akan masuk ke bagian pelaksanaan.
- Pelaksanaan, promosi dengan menempelkan poster-poster di bagian tertentu untuk mengingatkan karyawan tentang pentingnya 5R dan sosialisasi mengenai penerapan 5R pada saat acara temu/rapat. Untuk perusahaan yang multi internasional biasanya memiliki kualitas 5R yang bagus, karena sosialisasi dan penerapan secara berkesinambungan sehingga budaya 5R sudah terbentuk dengan baik. Pada saat orientasi, karyawan perlu dikenalkan tentang lingkungan dan tupoksi pekerjaannya. Sehingga dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi dikerjakan, kemudian menjadi kebiasaan hingga budaya.
