You are currently viewing Podcast DIALOKESMAS Bahas Diabetes Saat Puasa, Pakar Kupas Mitos hingga Tips Berolahraga dengan Aman

Podcast DIALOKESMAS Bahas Diabetes Saat Puasa, Pakar Kupas Mitos hingga Tips Berolahraga dengan Aman

SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali menghadirkan edukasi kesehatan melalui Podcast DIALOKESMAS yang tayang di Spotify. Pada episode terbaru, DIALOKESMAS menghadirkan Ners. Sugiharto, MAN., Ph.D., dosen Program Studi Keperawatan UMS sekaligus pakar di bidang diabetes, untuk membahas berbagai pertanyaan yang sering muncul di masyarakat terkait pengelolaan diabetes selama menjalankan ibadah puasa.

Mengangkat tema mengenai aktivitas fisik dan berbagai mitos seputar diabetes saat Ramadan, podcast ini bertujuan memberikan informasi kesehatan yang berbasis bukti ilmiah sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa mengabaikan kondisi kesehatannya.

Dalam perbincangan tersebut, Sugiharto menjelaskan bahwa penyandang diabetes pada umumnya tetap diperbolehkan berolahraga selama berpuasa, asalkan kondisi gula darah terkontrol dan aktivitas fisik disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Ia menekankan bahwa olahraga tetap memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga kebugaran tubuh, serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Meski demikian, pemilihan waktu olahraga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sugiharto menyarankan agar aktivitas fisik dilakukan menjelang waktu berbuka puasa atau sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka, ketika tubuh telah memperoleh kembali asupan cairan dan energi. Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi pada siang hari sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan dehidrasi maupun hipoglikemia, terutama pada penyandang diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah atau insulin.

Selain membahas aktivitas fisik, podcast ini juga mengupas anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa puasa dapat menyembuhkan diabetes. Menurut Sugiharto, anggapan tersebut merupakan mitos yang perlu diluruskan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti medis yang menyatakan bahwa puasa dapat menyembuhkan diabetes secara permanen.

Namun demikian, puasa yang dijalankan dengan pola makan yang sehat, pengaturan obat yang tepat, serta pemantauan kadar gula darah secara berkala dapat membantu memperbaiki kontrol glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mendukung kesehatan metabolik, khususnya pada penyandang diabetes tipe 2. Oleh karena itu, puasa sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pengelolaan gaya hidup sehat, bukan sebagai metode penyembuhan diabetes.

Sugiharto juga mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjalankan puasa, terutama bagi penyandang diabetes yang memiliki komplikasi atau kondisi medis tertentu. Penyesuaian pola makan, aktivitas fisik, serta terapi obat perlu dilakukan secara individual agar puasa tetap dapat dijalankan dengan aman.

Melalui Podcast DIALOKESMAS, Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS terus berkomitmen menghadirkan edukasi kesehatan yang ilmiah, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian, podcast ini diharapkan menjadi media literasi kesehatan yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap upaya promotif dan preventif, sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat berbasis bukti ilmiah.