You are currently viewing Mahasiswa Kesmas UMS Raih Silver Medal di Japan Design, Idea, & Invention Expo Lewat Inovasi Perlindungan Pekerja Migran

Mahasiswa Kesmas UMS Raih Silver Medal di Japan Design, Idea, & Invention Expo Lewat Inovasi Perlindungan Pekerja Migran

SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mahasiswa Kesmas UMS, Afnan Zain Muzakki, bersama tim multidisiplin berhasil meraih Silver Medal pada ajang internasional Japan Design, Idea, & Invention Expo (JDIE) 2026 yang diselenggarakan di Jepang.

Afnan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi dan perguruan tinggi, yakni Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad (Akuntansi 2023 UMS), Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika 2023 UMS), Fauzan Muhammad Ihsan (Manajemen 2023 UMS), serta Ahmad Dzaky Mubarok (Pendidikan Bahasa Arab 2022 UIN Raden Mas Said Surakarta). Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global.

Pada kompetisi tersebut, tim mengembangkan inovasi bertajuk SafeTKI, sebuah platform digital berbasis Blockchain dan Smart Contract yang dirancang sebagai solusi perlindungan lintas batas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Platform ini bertujuan menghadirkan sistem yang lebih aman, transparan, dan terintegrasi dalam mendukung perlindungan hak-hak pekerja migran sejak proses rekrutmen, penempatan, hingga masa bekerja di luar negeri.

Melalui pemanfaatan teknologi blockchain, SafeTKI memungkinkan pencatatan data yang lebih transparan dan sulit dimanipulasi, sementara penerapan smart contract membantu mengotomatisasi pelaksanaan perjanjian kerja sesuai ketentuan yang telah disepakati. Inovasi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan data, pelanggaran kontrak, serta meningkatkan akses perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia.

Keberhasilan meraih Silver Medal di ajang internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata. Gagasan SafeTKI dinilai mampu menjawab kebutuhan akan sistem perlindungan pekerja migran yang lebih modern, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS dalam mendorong mahasiswanya untuk aktif berinovasi, berkolaborasi lintas bidang ilmu, serta berkontribusi dalam penyelesaian berbagai isu kesehatan dan sosial di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi Afnan Zain Muzakki dan tim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.