You are currently viewing Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat UMS berhasil menciptakan Aplikasi Penanggulangan Anemia Pertama di Indonesia.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat UMS berhasil menciptakan Aplikasi Penanggulangan Anemia Pertama di Indonesia.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta berhasil didanai oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi  yang beranggotakan lima orang, Yanuar Fajrul Falah selaku ketua tim dan empat anggotanya ada Shania Salsabilla Alamsyah, Nur Ayu Sekar Arum Sari, Ananda Arum Dwi Puspita Sari, dan Zulfikar Setyo Priyambudi yang dibimbing oleh dosen dari Prodi Kesehatan Masyarakat UMS Izzatul Arifah, S.KM., M.PH berhasil menciptakan aplikasi penanggulangan anemia bernama ANEDOC APP di Puskesmas Sangkrah sebagai program unggulan dan Support Group sebagai pendukung. Aplikasi ini telah diunggah di Play Store pada 25 Agustus 2021.

ANEDOC APP adalah aplikasi berbasis android dengan fitur pengingat, pemantau, dan edukasi sebagai upaya penanggulangan anemia bagi ibu hamil. Fitur pengingat digunakan untuk mengingatkan ibu hamil mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Bagi ibu hamil yang memiliki Hemoglobin normal akan berbunyi satu kali dan bagi ibu hamil anemia alarm akan berbunyi dua kali sesuai dengan waktu yang telah ibu hamil tentukan.

Menurut WHO pada tahun 2019 saja, 40% kematian ibu di negara berkembang terkait dengan anemia saat hamil.Dilansir dari website Kementerian Kesehatan, Indonesia sendiri termasuk negara dengan prevalensi anemia pada ibu hamil cukup tinggi yaitu sebesar 48.9% pada tahun 2018. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia bervariasi dan cenderung tinggi pada beberapa daerah. Salah satu daerah yang memiliki masalah tingginya prevalensi anemia adalah wilayah kerja mitra kami yaitu Puskesmas Sangkrah, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sangkrah cukup tinggi jika dibandingkan Puskesmas lainnya di Surakarta. Data menunjukkan kenaikan prevalensi ibu hamil anemia dari tahun 2018 sampai Oktober 2020 berturut- turut yaitu 20%, 27%, dan 31%. Dengan adanya aplikasi ini sangat membantu dalam pengonsumsian tablet tambah darah untuk para ibu yang sedang hamil.

Aplikasi ini mendapatkan ulasan yang postif dari berbgai masyarkat, salh satunya bernama siksuksolo. Menurutnya aplikasi ini bakalan bermanfaat untuk bumil dengan seabrek kesibukannya, salut untuk para mahasiswaPKM UMS ilmunya bermanfaat menjadi berkah bagi sesama.