You are currently viewing Prodi Kesmas UMS Matangkan Visi dan Kurikulum Bersama Pakar, Bahas Kewirausahaan hingga Pendidikan Profesi

Prodi Kesmas UMS Matangkan Visi dan Kurikulum Bersama Pakar, Bahas Kewirausahaan hingga Pendidikan Profesi

SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melanjutkan rangkaian peninjauan visi, misi, dan kurikulum melalui pertemuan bersama Prof. Dr. Ede Suryadarmawan pada Selasa, 4 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Prodi Kesmas UMS memastikan arah pendidikan, profil lulusan, dan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan ilmu kesehatan masyarakat serta kebijakan nasional.

Pembahasan dalam pertemuan mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari relevansi visi dan kurikulum, profil lulusan, penguatan kewirausahaan, nilai-nilai keislaman, hingga kemungkinan pengembangan pendidikan profesi Kesehatan Masyarakat. Berdasarkan hasil diskusi, visi dan kurikulum Prodi Kesmas UMS secara umum masih dinilai relevan dengan perkembangan bidang Kesehatan Masyarakat, khususnya dalam konteks pelayanan kesehatan primer yang menjadi salah satu kekuatan keilmuan kesehatan masyarakat.

Meski demikian, terdapat masukan agar formulasi visi tidak terlalu membatasi cakupan Prodi Kesmas pada pelayanan kesehatan primer. Pembangunan kesehatan memiliki ruang lingkup yang lebih luas, sementara penguatan pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu bagian di dalamnya. Karena itu, pelayanan primer dapat ditempatkan sebagai salah satu kekhususan Prodi tanpa harus membatasi cakupan visi secara keseluruhan.

Dalam pembahasan profil lulusan, peran yang telah dirumuskan Prodi Kesmas UMS, yakni Manajer, Leader, Researcher, Educator, Communicator, Entrepreneur, dan Consultant, dinilai telah sesuai dengan standar nasional sekaligus mengakomodasi konsep MIRACLE. Profil tersebut juga dinilai telah memberikan ruang yang luas bagi lulusan untuk berkiprah di berbagai bidang setelah menyelesaikan pendidikan.

Aspek kewirausahaan menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kurikulum. Kewirausahaan dinilai penting untuk tetap dipertahankan karena lulusan Kesehatan Masyarakat memiliki peluang berkarier tidak hanya pada sektor kesehatan konvensional, tetapi juga di berbagai bidang lainnya. Penerapan kewirausahaan pun tidak terbatas pada bidang ekonomi dan bisnis, melainkan dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan di bidang kesehatan masyarakat.

Pertemuan juga membahas perkembangan kebijakan nasional setelah diterbitkannya Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, khususnya terkait kedudukan dan persyaratan tenaga Kesehatan Masyarakat. Perubahan kebijakan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Prodi Kesmas UMS dalam mempersiapkan lulusan sekaligus mengkaji kemungkinan pengembangan pendidikan profesi Kesehatan Masyarakat di masa mendatang.

Dalam konteks tersebut, UMS dinilai belum memiliki kewajiban untuk segera membuka pendidikan profesi. Namun, institusi perlu melakukan kajian secara internal mengenai kesiapan dan kapasitas sebelum mengambil keputusan terkait pengembangan program pendidikan profesi Kesehatan Masyarakat. Prodi juga akan mengikuti pembahasan dan koordinasi terkait pengembangan pendidikan profesi pada pertemuan tingkat Jawa Tengah di Semarang.

Selain aspek akademik dan regulasi, diskusi turut melihat potensi yang dimiliki UMS sebagai modal pengembangan Prodi Kesmas. Lingkungan pendidikan di Kota Solo serta ekosistem Muhammadiyah yang memiliki nilai historis, sosial, dan kelembagaan yang kuat dinilai sebagai keunggulan komparatif yang dapat dimanfaatkan. Nilai-nilai keislaman, filantropi, dan altruisme juga dipandang relevan untuk terus diintegrasikan dalam pendidikan Kesehatan Masyarakat.

Berdasarkan hasil pertemuan, Prodi Kesmas UMS akan melakukan sejumlah tindak lanjut, di antaranya menyempurnakan formulasi visi, mempertahankan sekaligus memperkuat profil lulusan yang telah sesuai dengan standar nasional dan konsep MIRACLE, serta memperkuat aspek kewirausahaan dalam kurikulum.

Selain itu, Prodi Kesmas UMS akan melakukan kajian internal terkait kesiapan dan kapasitas UMS dalam pengembangan pendidikan profesi Kesehatan Masyarakat, mengikuti koordinasi pengembangan pendidikan profesi di tingkat Jawa Tengah, serta memanfaatkan keunggulan lingkungan akademik dan ekosistem Muhammadiyah untuk memperkuat karakter dan keunggulan program studi.

Melalui rangkaian peninjauan visi dan kurikulum yang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, Prodi Kesmas UMS berkomitmen membangun arah pendidikan yang lebih luas, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan keilmuan, regulasi, serta kebutuhan masyarakat. Proses tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum yang mampu mempertahankan kekuatan Prodi di bidang kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat karakter kewirausahaan, nilai-nilai keislaman, dan kesiapan lulusan menghadapi perkembangan profesi di masa depan.